SEDERET AKSARA DALAM KERTAS TAK BERNYAWA
Saat aku
beku dan renung dalam masalah.
Ku temui
engkau kasih.
Sahabat
sejati yang setia sampai mati.
Tak
tahukah engkau kasih.
Betapa
besar arti dirimu disisiku.
Saat aku
renung dalam dukaku.
Ku temui
engkau kasih.
Perlipur
dalam lara tak terkira.
Tak
tahukah engkau kasih.
Nafasmu
adalah nyawa bagiku.
Saat aku
renung dalam laraku.
Ku temui
engkau kasih.
Dengarkan
keluhku yang resah.
Tak
tahukah engkau kasih.
Langkahmu
penuntun arahku.
Sederet
aksara dalam lembar tak bernyawa.
Bagi
mereka engkau bukanlah apa apa.
Hanya
coretan yang siap dibuang kapan saja.
Bagiku
engkau arti hadirku.
Bagiku
engkau nyawaku.
Bagiku
engkau arahku.
Meski
diam dalam heningmu.
Suara
jejak kalam itu indah ditelingaku.
Menuntunku
membuang ragu.
Sisihkan
gundah dan resah dari nurani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar