Saat waktu berlalu tampa dibatasi ruang.
Semua berubah dan berganti.
Tak mudah melewati semuanya.
Ada suka ada duka.
Banyak kenangan yang tersisa.
Tapi tak banyak yang dapat aku lakukan.
Hanya membuat onggokan dosa yang tak terhitung.
Semakan jauh ku melangkah.
Semakin banyak yang tak ku tau tentang dunia ini.
Jalan yang ku tempuh tak terarah.
Berputar tak henti.
Mengikuti arus dunua yang makin gila.
Tak ada lagi yang tersisa dihati.
Hanya kebekuan dan kehampaan.
Amarah menepi ke ujung jari.
Merampas ketenangan yang sebelumnya ada.
Semua makin semu.
Makin hilang di telan kabut petang.
Kini hati tinggal sendiri dalam relung sepi.
Mengais ngais mencoba kumpulkan kembali serpihan kehiduhan yang telah hilang.
Angkuh sang waktu membuat tangan bergetar.
Serasa tak sanggup lagi lewati semua yang ada.
Ku rindu akan cahaya.
Sejujurnya aku benci rasa ini.
Ingin menatap wajahnya.
Tapi aku tak mengerti.
Kenapa ia tak ingin menatapku.
Kan aku juga sebenarnya tak ingin lagi merindukannya.
Karna aku takut ganasnya sinar mentari.
Adakah cara untuk hentikan rindu ini ???
Selain berjumpa dengannya ....?
PUISI PUISI SANG PEMIMPI
Melangkah mengarungi mimpi. Merenggut jutaan kasih. Sandarkan jiwa diatas tahta hampa. Menitipkan cinta pada rembulan. Dan berhenti merajut asa.
Selasa, 14 Januari 2025
TANPA JUDUL
Sabtu, 14 Desember 2024
ASAL KATA
Kutemukan satu makana tak terungkapkan.
Semua yang tersurat, tersirat tak terabaikan.
Walaupun hanya sekecil atom yang tersembunyi.
Tiupan angin meliuk menerpa dedaunan.
Hembuskan lara isaratkan sepi.
Dingin dan bekunya malam tampa bintang.
Rembulan yang redup tertutup awan.
Terbawa kedalam anganku, mengalir ke ujung pena berbuah kata kata.
Sebagai karya penuturan hati, tak indah memang, tapi apa adanya.
Semua yang ada hanya kehampaan belaka.
Laksana kata-kata semuanya akan sirna jika sang empunya berkehendak.
Ku sadari diri ini hanya jiwa hina yang ternoda kemunafikan dunia.
Ku ingin temukan jalan kesucian yang kan membawa pada kedamaian;
Yang kan membawa pada ketentraman;
Yang kan membawa pada ketenangan;
Yang kan membawa pada kebahagiaan dan keindahan.
Minggu, 01 Desember 2024
ENGGAN
Melangkah melewati harunya kehidupan.
Suka duka membuat jutaan nista.
Dalam kebohongan semua menepi.
Merakit mimpi yang tak sesuai dengan jati diri.
Terlukai lidah sendiri.
Terlihat indah semua yang di sodorkan sang hayat.
Mempesona dan menggiurkan.
Membuat hati jenuh dan akal berfikir pendek.
Mencoba dengan segala cara.
Untuk dapatkan apa saja.
Ingin memperbaiki keadaan yang ada.
Namun daya tak kuasa.
Hanya bisa menatap dan biarkan semua berlalu.
Saat mentari menari tersenyum menyapa bumi.
Aku berfikir itu palsu.
Karena tampa disadari ada mendung.
Karena tampa disadari ada hujan.
Biarkan hanya dalam kegelapan.
Tak ada yang bisa tau.
Tak ada yang bisa berubah.
Karena aku enggan untuk tau tentang hidup.
Karena aku enggan untuk mengerti hidup.
Jika ada sesuatu maka akan ada sesuatu.
Lebih baik tak ada sesuatu dan tak kan ada yang baru.
Aku enggan mecampuri yang ada.
Karena akan merusak yang telah ada.