Dalam diam ini tak ada yang bisa aku lakukan.
Hanya waktu yang berlalu tak tentu.
Segenggam asaku yang dulu membara.
Kini berangsur pudar.
Hanya secercah semangatmu kawan.
Sentiasa mengiringi getirku.
Membakar darah ini untuk terus melangkah.
Merikan setetes embun dalam gersangku.
Aksara ini pertanda.
Sejatinya keakraban ini.
Bukan sekedar bualan atau bait bait kosong.
Keyakinan dan ketegaranmu adalah teladan.
Kawan.
Maafkan aku.
Yang sejenak pernah melupakanmu.
Tersadarku mendengar teriakan itu.
Lantang.
Berdirilah, berlarilah, melompat.
Aksara ini pertanda.
Sejatinya keakraban ini.
Bukan sekedar bualan atau bait bait kosong.
Keyakinan dan ketegaranmu adalah teladan.
Kawan.
Maafkan aku.
Yang sejenak pernah melupakanmu.
Tersadarku mendengar teriakan itu.
Lantang.
Berdirilah, berlarilah, melompat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar