Saat waktu berlalu tampa dibatasi ruang.
Semua berubah dan berganti.
Tak mudah melewati semuanya.
Ada suka ada duka.
Banyak kenangan yang tersisa.
Tapi tak banyak yang dapat aku lakukan.
Hanya membuat onggokan dosa yang tak terhitung.
Semakan jauh ku melangkah.
Semakin banyak yang tak ku tau tentang dunia ini.
Jalan yang ku tempuh tak terarah.
Berputar tak henti.
Mengikuti arus dunua yang makin gila.
Tak ada lagi yang tersisa dihati.
Hanya kebekuan dan kehampaan.
Amarah menepi ke ujung jari.
Merampas ketenangan yang sebelumnya ada.
Semua makin semu.
Makin hilang di telan kabut petang.
Kini hati tinggal sendiri dalam relung sepi.
Mengais ngais mencoba kumpulkan kembali serpihan kehiduhan yang telah hilang.
Angkuh sang waktu membuat tangan bergetar.
Serasa tak sanggup lagi lewati semua yang ada.
Ku rindu akan cahaya.
Sejujurnya aku benci rasa ini.
Ingin menatap wajahnya.
Tapi aku tak mengerti.
Kenapa ia tak ingin menatapku.
Kan aku juga sebenarnya tak ingin lagi merindukannya.
Karna aku takut ganasnya sinar mentari.
Adakah cara untuk hentikan rindu ini ???
Selain berjumpa dengannya ....?
Melangkah mengarungi mimpi. Merenggut jutaan kasih. Sandarkan jiwa diatas tahta hampa. Menitipkan cinta pada rembulan. Dan berhenti merajut asa.
Selasa, 14 Januari 2025
TANPA JUDUL
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar