Selasa, 26 November 2024

KU TUNGGU KERETA PAGI

Tersudut dalam sepi menyeret jiwa padanya sunyi.
Aku coba angkat kaki mencari relasi.
Hanya ada basa basi.
Coba angkat bicara hanya jadi bualan saja.
Di tepian hayat ini, tegarkan hati untuk tegak berdiri.
Meski hanya menjadi karang berlumut.

Malam kian sepi.
Hantarkan dingin membelai setiap inci kulit.
Namun tak sesepi hati, tak se dingin jiwa.
Tak ada lagi sunyi yang tak ter-jajaki.
Tak ada lagi sepi yang tak ter-diami.
Selaksa kosong kian mambang dalam jiwa.
Di dalam hening malam.

Kereta malam telah belalu tinggalkan peronnya menuju pagi.
Aku terhenyak disini terlambat untuk kembali.
Berjalan bersama mentari kini tinggal mimpi.
Meski mimpi tak penah mampir dalam tidur.
Sudahlah.
AKu tunggu saja kereta pagi membawaku pulang.

Tidak ada komentar: