Rabu, 20 November 2024

Puisi Untuk Sahabat II

Ku temukan kau sedang menari di ujung pagi.
Meliuk indah dam angkuh sekali.
Bersama sang hasrat yang temani.
Kau tak terbendung lagi.
Nurani tersudut di relung hati.

Kau begitu binal.
Bebas berkhayal.
Hingga kau lupa pada sang ajal.
Yang begitu dekat tapi tak kau hiraukan.
Bersama embun pagi kau sirna ditelan mentari yang kian tinggi.
Sang hayat kian renta untuk bisa melindungi.
Hanya tinggal nistayang tak mungkin terobati.

Kawan ini bukan hanya bualan.
Seutas peringatan untuk kau renungkan.
Daun mu masih muda tak seharusnya kau sia-siakan demi setetes embun pagi yang tak berarti.
Mungkin akamu masih rapuh.
Tapi bingkailah dengan kawat berduri.
Jadilah mawar yang tanguh.
Tetaplah mekar hingga satu persatu kelopakmu gugur.

Tidak ada komentar: